Miekeranda’s Weblog

April 19, 2008

HANG IN THERE MOM…

Filed under: Iman dan Pengharapan, family — miekeranda @ 2:31 pm
Tags: , ,

PS:… Maaf, posting ini bukan tentang anak2 saya, tapi tentang CINTA saya pada ibu saya yang kebetulan sedang berjuang melawan SAKIT KANKER (ADENOKARSINOMA STADIUM 3)

Posting ini untuk Mama tercinta…

Senang rasanya saya baca renungan ini pagi ini. Saya bisa mengawali hari dgn ucapan syukur dan flash back akan kehidupan saya saat ini…

Sebetulnya renungan ini udah beberapa kali pernah saya baca… tapi entah kenapa, setiap kali membacanya, airmata saya terus aja mengalir... Saya seperti sedang melihat diri saya sendiri sedang makan bakmi sambil menangis…. Yahhh… Saya memang sedang berada diposisi yang sulit…. antara mementingkan kedua orangtua saya… atau anak2 saya… ahhh, ini pilihan yg sangat berat… dan sometimes membuat saya sedih krn tdk bisa memilih…

Saya udah sering cerita (dan mungkin yang lain udah bosen juga bacanya) bahwa Ibu saya sakit kanker ganas… dan gagal ginjal… yang mengharuskan beliau cuci darah 3 hari sekali… Ketika melihat penderitaan ibu saya ketika beliau dioperasi KANKER ADENOKARSINOMA STADIUM 3Duh gustiii.… rasanya saya pengen deket2 dia terus….

Mama selalu ketakutan menghadapi kematian… dan hanya saya yang bisa menguatkan beliau untuk selalu yakin dan percaya akan Kasih Tuhan…. Dan tiap kali mama meraung2 menangis menahan sakit… saya selalu bilang pada diri saya sendiri… saya tidak akan pernah membiarkan mama sendirian… saya akan terus ada disisinya… sampai Tuhan menjemput dia untuk beristirahat dirumah Bapa.

Papa sayapun tidak sanggup melihat kekasih hatinya begitu menderita, sehingga akhirnya papa pun terkena Stroke… Walaupun stroke yang diderita papa hanya pada memorinya saja, secara fisik, papa masih sangat kuat berjalan… masih bisa menulis, walaupun itu sempat tidak bisa dia lakukan selama beberapa bulan. Tekat yang kuat untuk sembuh yang membuat dia bisa kembali normal dan sehat.

Ketika saya pulang kerumah…. Saya suka menagis diam2… tidak tahan rasanya saya harus meninggalkan kedua orang tua ini…. Yang satu menderita secara fisik… karena penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya…. dan satunya lagi, menderita secara pikiran… karena papa sudah benar2 berubah seperti anak kecil…. Beliau sering lupa sudah makan obat apa belum… Kadang juga suka nabrak2 karena reflex sebelah kanannya sudah kurang bagus,… bahkan pernah lupa rumahnya dimana :-)

Satu2nya yang tidak pernah dia lupa adalah, bahwa dia cinta sekali sama keluarganya, dan akan melakukan APASAJA… He mean it… APASAJA… untuk membuat kami semua bahagia.

Sekarang…. saya harus meninggalkan mereka berdua, kembali kerumah… Sedih rasanya… seolah saya anak yang tidak berbakti… Padahal kalo ingat betapa mama saya dulu melayani saya yang sejak SMU memang sakit2an… mengambilkan makanan, bahkan saya masih ingat,… mereka berdua sering menyuapi saya kalo saya terbaring sakit… padahal saya udah sebesar itu (SMU).

Ini yang membuat saya selalu ingin pulang kerumah,.. menemani mama dan papa melewati masa tua mereka. Tapi anak2 saya membutuhkan saya dirumah,… terutama Andre…. dia sangat bergantung pada saya… (apalagi karena dia hanya mau merespon semua bentuk komunikasi dalam bahasa Inggris)…

Hanya saya yang bisa mendiamkan kalo dia tantrum….

Hanya saya yang mengerti ciri2 kalo dia akan step!.

Ah, sekarang gambaran saya sedang melahap bakmi saya sambil menangis semakin jelas tervisualisasi dihadapan saya…


Tuhan… temani kedua orangtua saya
… beri mereka umur panjang…. at least sampai saya bisa punya kesempatan berada disisi mereka… dan melihat senyum mengembang diwajah mereka…

Yang masih terbayang diwajah saya sampai sekarang, waktu natal dan malam tahun baru kemarin… Mama memaksakan dirinya ikut memasak makanan untuk kami santap bersama2 dihari Natal dengan seluruh keluarga besar mama dan papa (mereka dua2nya anak tertua dlm keluarga). Sambil masak… berkali2 mama memegangi perutnya. Waktu saya tanya,

“Mama kenapa… perutnya sakit?… istirahat aja dehhh”…
“Kenapa yah, diperut mama ini rasanya sperti ada anak kecil yg nendang2 dari dalam…”
“Sakit gak ma?”…
“Nggak sich… cuma aneh aja”…
“Ya Udah mama tidur aja dech…. biar saya dan mbak yang terusin, lagian khan ada tante2 juga yang bantuin… mama istirahat yach…”

Dan jawaban beliau sangat membuat saya terharu….

“Gapapa nak… biarin mama masak…. senang rasanya hati mama kalo mama bisa berbuat sesuatu yang bisa bikin semua orang senang,…. dan itu bisa membuat mama bahagia karena mama merasa berharga… dan kalopun mama akhirnya pergi…. semua orang akan mengenang betapa enaknya masakan mama…. iya khan?”

Duh, saya menangis terharu dan memeluk mama…. padahal saya tahu… berkali2 mama meringis kalo sakit itu tiba2 datang menyerang…. mama sama sekali tidak mengeluh…

“Ma… mama pasti sembuh, percaya deh…. mama pasti masih akan ngerayain natal lagi tahun depan… dan saya janji saya dan anak2 pasti akan datang lagi. Mama percaya khan?”

Mama saya hanya tersenyum sambil terus melanjutkan memasak….

Hmmmm…. Terakhir kali saya natalan dengan mereka 2 thn yang lalu, ketika itu mama baru saja divonis gagal ginjal dan harus cuci darah… dan itu membuat mama sangat shock dan menangis ketakutan selama berhari2…. Hanya saya yang bisa membujuk beliau untuk akhirnya mau menjalani Cuci Darah… walaupun ketika melihat prosesnya pertamakali…. (waktu itu mama masih belum pakai CEMINO (nadi buatan))…. Jarum yang ditusukkan dipaha dan tangannya aujubillah minjaliq besarnya…. dan meninggalkan lebam yang membiru disekujur tubuh dan lengannya…. dan melihat badan mama yang biru2 begitu…. saya menyesal membujuk mama untuk Cuci Darah….

Untung sekarang udah pake nadi buatan (Cemino) jadi sudah tidak sakit lagi….

Tahun ini saya baru bisa natalan lagi dengan mama… dan kali ini bukan hanya mama saya yang butuh saya… tapi papa saya pun sudah sangat bergantung pada saya dan orang lain… ahhh, sedih…

Saya hanya bisa berdoa semoga mama trus dikasih kekuatan dan Iman yang besar untuk berharap penuh pada Pemeliharaan Tuhan, bahwa mama tetap akan dijaga Tuhan layaknya biji mata-NYA…. dan Tuhan pasti akan kasih yang terbaik buat mama…

Aduh, maaf, saya jadi keterusan curhat colongan…. rasanya terlalu sesak dada saya kalo ini gak saya keluarin… Pa…Ma… saya yakin kalian pasti baik2 saja walaupun tidak ada saya didekat2 kalian… masih ada banyak saudara/kerabat juga sayang sama mama dan papa….

Jangan takut lagi ya ma… saya pasti akan datang lagi, dan lagi… dan lagi… Terus,… Terus… dan Terus… SAYA JANJI ma… Hang on there ya… tunggu saya…

Pamit, semoga malam ini mama bisa tidur nyenyak (posting ini saya buat pagi hari… dan baru selesai malam ini jam 10… hmmm… )

*

Salam Ananda,
Mieke (mamanya Cucu mama, Aurel, Andre and Hiroshi)

April 13, 2008

My Morning Pray…

Filed under: Iman dan Pengharapan, family — miekeranda @ 4:40 pm
Tags: , ,

PS : Iseng2 sharing aja….. Doa dibawah ini seringkali saya berdoakan,… barangkali bisa jadi encouragement untuk teman2 yang butuh kekuatan untuk tetap percaya, and be grateful to God.

Dear Lord,

Sometimes There are so many times when those around me cannot fully understand the challenges I face day to day. How wonderful it is to know that You not only understand what I am facing today, but YOU also know what I will need for tomorrow. It brings me into a deeply comforted feeling in knowing that YOU have great affection for each member of my family.

Thank you, Lord, that we can approach you with great confidence, knowing that you will never let us down. Even when answers to our prayers seem so delayed, and some needs remain great, we can be sure that your timing is perfect, and that you will always fulfill all of your promises to us. Help us in the tough times to remember that we can trust you because you have promised to make a way even when there seems to be no way.

In the Name of God, I pray,
Amien.

Memulai hari dengan Ucapan syukur, membuat saya merasa hidup saya indah. Tidak usah berdoa minta perlindungan akan harta anda, keluarga anda, akan apa yang akan anda makan hari ini, atau akan pekerjaan anda, kesehatan anda, atau akan apapun. Tidak perlu juga anda berdoa menengking segala kekuatan jahat yang ada dimuka bumi ini, mengucap syukur saja, dan semua akan Tuhan tambahkan dalam hidup kita.

Mengucap syukur bahwa kita masih dikasih lagi kehidupan secara cuma2, itu saja, seperti yang selalu dilakukan oleh kedua orangtua saya. Lagu “wajib” mereka tiap pagi seperti ini,

Saat pagi hari kudatang lagi,

Menghadap Tuhan dan Rendahkan diri,

Mengucapkan Syukur buat hari yang KAU beri,

Memuji Tuhan Dengan segenap hati.

Reff:

Kusembah KAU Allah Maha Tinggi,

Kutinggikan Allah Maha Kudus,

Kuserahkan TUBUH, JIWA, ROHKU,

Dalam PimpinanMU,

Tuhan…

Semoga Kita semua dikuatkan untuk memulai hari dengan hati yang mengucap syukur dan selalu bersukacita karena penyertaaan-NYA dalam hidup kita selalu mendatangkan kebaikan untuk kita.

salam kasih,

MRA

Learning From Eagle to be Strong

Filed under: Belajar, Iman dan Pengharapan — miekeranda @ 4:34 pm
Tags: , ,

PS: Posting ini seharusnya sebelum posting ttg ketiga anakku yang terdeteksi thypus.

——————————

Dear all,

Sebetulnya saya mo sharing soal ketiga anak2 saya yang ternyata setelah periksa darah, 2 dari 3 anak (Aurel dan Andre) positif Thypus, tapi saya pikir nanti aja deh kalo ada waktu. Rasanya ada yang menggerakkan hati saya untuk share cerita ini.

Teman-teman…

Belakangan ini kalau kita perhatikan sekeliling kita, makin banyak orang yang semakin terpuruk hidupnya, tidak lagi sanggup untuk bahkan membeli sebungkus nasi untuk membantunya bertahan hidup dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dirumah.

Masih ingat kasus tukang gorengan yang di kompas beberapa hari yang lalu ? yang karena tidak sanggup lagi membeli bahan untuk modalnya berjualan (Modalnya Rp 50.000, tapi hasil jualannya hanya Rp 35.000 duh, kasihan sekali yah).

Alih-alih menghidupi keluarganya, modalnya aja sudah tidak memungkinkan dia untuk membeli kembali tempe, tahu, minyak tanah, terigu, minyak goreng dan sayur2an yang harganya makin hari makin membengkak. Dia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan BUNUH DIRI… (duh, sungguh sedih hati saya membacanya).

(more…)

Blog at WordPress.com.