Miekeranda’s Weblog

April 20, 2008

Dari Sinilah Awal Cobaan Membawa Nikmat… (1)

Filed under: Autisme, family — miekeranda @ 5:21 pm
Tags: , ,

PS:… Tulisan ini dibuat oleh Mbak Icha (Reporter tabloid ChantiQ), yang karena kepanjangan telah diedit menjadi beberapa lembar saja, dan diterbitkan oleh Tabloid ChantiQ tgl 24/01/08… So, supaya gak mubazir, Tulisan mbak Icha ini saya posting disini saja.

‘Dari Sinilah Awal Cobaan Membawa Nikmat Itu’

Foto : Dini Stanza

Naskah : Icha

Tabloid CantiQ

==================================

(more…)

April 19, 2008

HANG IN THERE MOM…

Filed under: Iman dan Pengharapan, family — miekeranda @ 2:31 pm
Tags: , ,

PS:… Maaf, posting ini bukan tentang anak2 saya, tapi tentang CINTA saya pada ibu saya yang kebetulan sedang berjuang melawan SAKIT KANKER (ADENOKARSINOMA STADIUM 3)

Posting ini untuk Mama tercinta…

Senang rasanya saya baca renungan ini pagi ini. Saya bisa mengawali hari dgn ucapan syukur dan flash back akan kehidupan saya saat ini…

Sebetulnya renungan ini udah beberapa kali pernah saya baca… tapi entah kenapa, setiap kali membacanya, airmata saya terus aja mengalir... Saya seperti sedang melihat diri saya sendiri sedang makan bakmi sambil menangis…. Yahhh… Saya memang sedang berada diposisi yang sulit…. antara mementingkan kedua orangtua saya… atau anak2 saya… ahhh, ini pilihan yg sangat berat… dan sometimes membuat saya sedih krn tdk bisa memilih…

Saya udah sering cerita (dan mungkin yang lain udah bosen juga bacanya) bahwa Ibu saya sakit kanker ganas… dan gagal ginjal… yang mengharuskan beliau cuci darah 3 hari sekali… Ketika melihat penderitaan ibu saya ketika beliau dioperasi KANKER ADENOKARSINOMA STADIUM 3Duh gustiii.… rasanya saya pengen deket2 dia terus….

Mama selalu ketakutan menghadapi kematian… dan hanya saya yang bisa menguatkan beliau untuk selalu yakin dan percaya akan Kasih Tuhan…. Dan tiap kali mama meraung2 menangis menahan sakit… saya selalu bilang pada diri saya sendiri… saya tidak akan pernah membiarkan mama sendirian… saya akan terus ada disisinya… sampai Tuhan menjemput dia untuk beristirahat dirumah Bapa.

Papa sayapun tidak sanggup melihat kekasih hatinya begitu menderita, sehingga akhirnya papa pun terkena Stroke… Walaupun stroke yang diderita papa hanya pada memorinya saja, secara fisik, papa masih sangat kuat berjalan… masih bisa menulis, walaupun itu sempat tidak bisa dia lakukan selama beberapa bulan. Tekat yang kuat untuk sembuh yang membuat dia bisa kembali normal dan sehat.

Ketika saya pulang kerumah…. Saya suka menagis diam2… tidak tahan rasanya saya harus meninggalkan kedua orang tua ini…. Yang satu menderita secara fisik… karena penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya…. dan satunya lagi, menderita secara pikiran… karena papa sudah benar2 berubah seperti anak kecil…. Beliau sering lupa sudah makan obat apa belum… Kadang juga suka nabrak2 karena reflex sebelah kanannya sudah kurang bagus,… bahkan pernah lupa rumahnya dimana :-)

Satu2nya yang tidak pernah dia lupa adalah, bahwa dia cinta sekali sama keluarganya, dan akan melakukan APASAJA… He mean it… APASAJA… untuk membuat kami semua bahagia.

Sekarang…. saya harus meninggalkan mereka berdua, kembali kerumah… Sedih rasanya… seolah saya anak yang tidak berbakti… Padahal kalo ingat betapa mama saya dulu melayani saya yang sejak SMU memang sakit2an… mengambilkan makanan, bahkan saya masih ingat,… mereka berdua sering menyuapi saya kalo saya terbaring sakit… padahal saya udah sebesar itu (SMU).

Ini yang membuat saya selalu ingin pulang kerumah,.. menemani mama dan papa melewati masa tua mereka. Tapi anak2 saya membutuhkan saya dirumah,… terutama Andre…. dia sangat bergantung pada saya… (apalagi karena dia hanya mau merespon semua bentuk komunikasi dalam bahasa Inggris)…

Hanya saya yang bisa mendiamkan kalo dia tantrum….

Hanya saya yang mengerti ciri2 kalo dia akan step!.

Ah, sekarang gambaran saya sedang melahap bakmi saya sambil menangis semakin jelas tervisualisasi dihadapan saya…


Tuhan… temani kedua orangtua saya
… beri mereka umur panjang…. at least sampai saya bisa punya kesempatan berada disisi mereka… dan melihat senyum mengembang diwajah mereka…

Yang masih terbayang diwajah saya sampai sekarang, waktu natal dan malam tahun baru kemarin… Mama memaksakan dirinya ikut memasak makanan untuk kami santap bersama2 dihari Natal dengan seluruh keluarga besar mama dan papa (mereka dua2nya anak tertua dlm keluarga). Sambil masak… berkali2 mama memegangi perutnya. Waktu saya tanya,

“Mama kenapa… perutnya sakit?… istirahat aja dehhh”…
“Kenapa yah, diperut mama ini rasanya sperti ada anak kecil yg nendang2 dari dalam…”
“Sakit gak ma?”…
“Nggak sich… cuma aneh aja”…
“Ya Udah mama tidur aja dech…. biar saya dan mbak yang terusin, lagian khan ada tante2 juga yang bantuin… mama istirahat yach…”

Dan jawaban beliau sangat membuat saya terharu….

“Gapapa nak… biarin mama masak…. senang rasanya hati mama kalo mama bisa berbuat sesuatu yang bisa bikin semua orang senang,…. dan itu bisa membuat mama bahagia karena mama merasa berharga… dan kalopun mama akhirnya pergi…. semua orang akan mengenang betapa enaknya masakan mama…. iya khan?”

Duh, saya menangis terharu dan memeluk mama…. padahal saya tahu… berkali2 mama meringis kalo sakit itu tiba2 datang menyerang…. mama sama sekali tidak mengeluh…

“Ma… mama pasti sembuh, percaya deh…. mama pasti masih akan ngerayain natal lagi tahun depan… dan saya janji saya dan anak2 pasti akan datang lagi. Mama percaya khan?”

Mama saya hanya tersenyum sambil terus melanjutkan memasak….

Hmmmm…. Terakhir kali saya natalan dengan mereka 2 thn yang lalu, ketika itu mama baru saja divonis gagal ginjal dan harus cuci darah… dan itu membuat mama sangat shock dan menangis ketakutan selama berhari2…. Hanya saya yang bisa membujuk beliau untuk akhirnya mau menjalani Cuci Darah… walaupun ketika melihat prosesnya pertamakali…. (waktu itu mama masih belum pakai CEMINO (nadi buatan))…. Jarum yang ditusukkan dipaha dan tangannya aujubillah minjaliq besarnya…. dan meninggalkan lebam yang membiru disekujur tubuh dan lengannya…. dan melihat badan mama yang biru2 begitu…. saya menyesal membujuk mama untuk Cuci Darah….

Untung sekarang udah pake nadi buatan (Cemino) jadi sudah tidak sakit lagi….

Tahun ini saya baru bisa natalan lagi dengan mama… dan kali ini bukan hanya mama saya yang butuh saya… tapi papa saya pun sudah sangat bergantung pada saya dan orang lain… ahhh, sedih…

Saya hanya bisa berdoa semoga mama trus dikasih kekuatan dan Iman yang besar untuk berharap penuh pada Pemeliharaan Tuhan, bahwa mama tetap akan dijaga Tuhan layaknya biji mata-NYA…. dan Tuhan pasti akan kasih yang terbaik buat mama…

Aduh, maaf, saya jadi keterusan curhat colongan…. rasanya terlalu sesak dada saya kalo ini gak saya keluarin… Pa…Ma… saya yakin kalian pasti baik2 saja walaupun tidak ada saya didekat2 kalian… masih ada banyak saudara/kerabat juga sayang sama mama dan papa….

Jangan takut lagi ya ma… saya pasti akan datang lagi, dan lagi… dan lagi… Terus,… Terus… dan Terus… SAYA JANJI ma… Hang on there ya… tunggu saya…

Pamit, semoga malam ini mama bisa tidur nyenyak (posting ini saya buat pagi hari… dan baru selesai malam ini jam 10… hmmm… )

*

Salam Ananda,
Mieke (mamanya Cucu mama, Aurel, Andre and Hiroshi)

April 18, 2008

SEMANGKUK MIE PANAS

Filed under: Penghargaan, family — miekeranda @ 11:44 pm
Tags: ,


SEMANGKUK BAKMIE PANAS

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata,

“Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

“Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai.

“Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mngeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi! tetapi? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak bertrima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.

“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah

“Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA RANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

Sumber: 100 Renungan terpopular karangan Chandra Suwondo

April 13, 2008

My Morning Pray…

Filed under: Iman dan Pengharapan, family — miekeranda @ 4:40 pm
Tags: , ,

PS : Iseng2 sharing aja….. Doa dibawah ini seringkali saya berdoakan,… barangkali bisa jadi encouragement untuk teman2 yang butuh kekuatan untuk tetap percaya, and be grateful to God.

Dear Lord,

Sometimes There are so many times when those around me cannot fully understand the challenges I face day to day. How wonderful it is to know that You not only understand what I am facing today, but YOU also know what I will need for tomorrow. It brings me into a deeply comforted feeling in knowing that YOU have great affection for each member of my family.

Thank you, Lord, that we can approach you with great confidence, knowing that you will never let us down. Even when answers to our prayers seem so delayed, and some needs remain great, we can be sure that your timing is perfect, and that you will always fulfill all of your promises to us. Help us in the tough times to remember that we can trust you because you have promised to make a way even when there seems to be no way.

In the Name of God, I pray,
Amien.

Memulai hari dengan Ucapan syukur, membuat saya merasa hidup saya indah. Tidak usah berdoa minta perlindungan akan harta anda, keluarga anda, akan apa yang akan anda makan hari ini, atau akan pekerjaan anda, kesehatan anda, atau akan apapun. Tidak perlu juga anda berdoa menengking segala kekuatan jahat yang ada dimuka bumi ini, mengucap syukur saja, dan semua akan Tuhan tambahkan dalam hidup kita.

Mengucap syukur bahwa kita masih dikasih lagi kehidupan secara cuma2, itu saja, seperti yang selalu dilakukan oleh kedua orangtua saya. Lagu “wajib” mereka tiap pagi seperti ini,

Saat pagi hari kudatang lagi,

Menghadap Tuhan dan Rendahkan diri,

Mengucapkan Syukur buat hari yang KAU beri,

Memuji Tuhan Dengan segenap hati.

Reff:

Kusembah KAU Allah Maha Tinggi,

Kutinggikan Allah Maha Kudus,

Kuserahkan TUBUH, JIWA, ROHKU,

Dalam PimpinanMU,

Tuhan…

Semoga Kita semua dikuatkan untuk memulai hari dengan hati yang mengucap syukur dan selalu bersukacita karena penyertaaan-NYA dalam hidup kita selalu mendatangkan kebaikan untuk kita.

salam kasih,

MRA

February 10, 2008

KETIGA ANAKKU MENDERITA THYPUS

Filed under: Anak Sakit, family — miekeranda @ 5:49 am
Tags: ,

Setelah lelah lahir dan batin menghadapi dan menyaksikan Ketiga buah hatiku tercinta, ambruk dan harus berjuang melawan penyakit thypus yang menyerang mereka, akhirnya Puji Tuhan saya bisa duduk kembali depan komputer ini, melepaskan penat sejenak, dan berbagi suka duka selama 2 minggu mendampingi ke 3 buah hatiku ini…

Jadi ternyata… setelah 4 hari Panas Tinggi mencapai 40,6… dokter memutuskan untuk memeriksa darah anak2… Sample darah diambil dari Aurel (8thn) dan Andre (5thn) saja, mengingat Hiroshi masih terlalu kecil, dan ciri2 mereka bertiga sama… Dokter berfikir 2 data sampel darah kakaknya pasti akan cukup mewakili diagnosa dokter.

Kecurigaan dokter yang semula hanya ISPA (radang tenggorokan) biasa… mulai mengarah ke Thypus atau DBD karna Pertimbangannya :

1. Panas tinggi yang lebih dari 40 derajat (Wah, saya gak bisa tidur beberapa malam harus melek melihat Andre beberapa kali nyaris kejang, wong gak demam aja Andre bisa kejang, apalagi disertai demam tinggi begini)

2. Panasnya Up and down, kurva panasnya lebih menyerupai kurva turun naik yang terpola… bukan seperti pelana kuda (DBD).

3. Tiap hari mengeluh, “I feel pain in my tummy, mom”… dan kalo tidur malam selalu gelisah sambil memegang perut.

4. Kotorannya hitam, dan sedikit2…. dihari ke 7 malah diare…buang2 air…

5. Lidahnya PUTIH… katanya menandakan bakteri salmonella thyposanya beneran sedang aktif dlm usus.

Setelah kakak2nya diambil darah, hasilnya ; kedua anak saya POSITIF thypus. Duh, saya sedihnya luar biasa…

Bayangin tiap menjelang sore… panas mereka merangkak naik… semakin malam semakin tinggi panasnya, diberi obat penurun panas pun nggak mempan… terpaksa tiap 3 jam sekali saya harus memberi obat2an penurun panas sejenis Parasetamol (Tempra), ibuprofen (PRORIS), Metamizol Sodium (Novalgin) dan Acetaminomphen supositoria (DUMIN RECTAL, masih segolongan Paracetamol)…

Hiroshi terpaksa saya serahin kalo malam kedlm pengawasan suster, karena saya tidak bisa menghandle ke tiganya kalau malam.

Aurel yang terlihat paling menderita karena dia sulit sekali menelan makanan. Saat itu AMANDELNYA yang memang sudah sampe stage T3 dan sudah dianjurkan untuk segera diangkat, tapi masih menunggu daya tahan tubuhnya pulih dulu… justru ikut memperparah kondisinya… Akibatnya, karena tiap malam saya harus mendampingi dia muntah2 ditoilet.

Pernah nonton film DYING YOUNG???… yang Julia Robert main sebagai perawat yang mendampingi pasien kanker yang terus2an muntah karena Kemotherapy… Duhhhh…. Perasaan saya gitu dech tiap kali megangin badan Aurel yang mungil kecil dan menjadi kurus (turun +/- 2kg dlm 2 hari) karena dehidrasi akibat panas yang gak turun2…

Rasanya saya mo nangis ngeliat dia muntah sampe tinggal cairan kuning kehijauan keluar dari mulutnya… dengan tubuh yang smakin ringkih, aurel memegang kedua sisi toilet sambil huek-huek… muntah… yang bikin saya menangis sambil bilang… aduh nak… kalo bisa biar mama aja dech yang sakit, kasian kaka….

Puncaknya pas malam ke 3, aurel menjerit menangis dari muntah disertai DARAH akibat iritasi di lambung… disaat bersamaan, saya sedang memasukkan STESOLID ke dubur andre yang kejang demam… Ya Tuhan… saya tidak bisa mengungkapkan betapa sedihnya hati saya melihat mereka….

Waktu dokter udah melihat hasil test darah mereka, dia bilang, “Ibu, mau gak mau saya terpaksa harus kasih anak2 Antibiotik. Ini untuk membunuh bakteri Thypusnya, karena thypus memang harus dibasmi dengan Antibiotik.

DSA ini memang tahu betul saya selalu menolak kalau anak2 mo dikasih AB, kecuali ada alasan yang masuk akal saya yang dia kemukakan. Mereka memang belajar, tapi keputusan tetap ditangan kita bukan?

Mungkin ada yang nanya kenapa saya menolak ANTIBIOTIK?… karena AB TIDAK MEMBUNUH VIRUS… jadi penyakit2 yang disebabkan oleh virus tidak akan membaik dengan AB… malah akan mematikan bakteri2 baik yang ada lam tubuh kita, dan merusak ekosistem bakteri baik tersebut…

Penggunaan AB yang tidak pada tempatnya juga akan membuat tubuh kita imun (resist) terhadapa JENIS antibiotika tersebut (bukan merknya yach)… jadi ketika kita justru membutuhkan AB, reaksinya malah tidak akan maksimal dalam tubuh kita.

Ok, back to my kids… waktu saya memohon-mohon agar anak2 saya dirawat saja… dokter malah bilang gini,

“Ibu, look at your kids…. mereka semua sebetulnya sedang sakit yang cukup berat…. BUT LOOK AT THEIR EYES…. they all look so COMFORT… terlihat tenang dan nyaman, karena mereka merasa save dalam penanganan ibu.
Jadi kalo mereka harus DIRAWAT…. Menurut saya Ibulah yang PALING TEPAT merawat mereka. Penyakit Thypus itu yang diserang adalah SEL DARAH PUTIH-nya… yang ibaratnya merupakan benteng pertahanan tubuh kita…. nah, kalo ini sedang lemah, praktis tubuh mereka akan lebih mudah terserang penyakit yang lain”.

Duh, bukannya senang dipuji gitu, saya malah tambah stress, secara saya khan hanya bisa kasih perhatian dan cinta saya buat mereka, tapi penanganan secara medisnya khan saya gak tahu apa2… bukannya gak mau ngerawat, tapi saya ngeri kalo ada apa2 saya gak bisa pantau…. Tapi dokternya meyakinkan saya mereka akan baik-baik saja ditangan saya

Ibu, menurut saya, yang paling bisa dan mengerti kondisi anak-anak adalah Ibu. Saya yakin mereka pasti lebih baik ditangan ibu…. kalo masalah medispun saya yakin pengetahuan ibu juga cukup bagus…. Jangan khawatirlah… Anytime you need help… JUST CALL ME…. kalo perlu diinfus, saya aja yang datang ke rumah ibu, gak usah kerumah sakit (dr ini memang tinggalnya tidak jauh dari rumah kami)… saya nggak mau anak2 terutama AUREL jadi trauma lagi sama RS… Aurel sekarang sudah JAUH LEBIH baik, tidak lagi terlalu ketakutan seperti dulu… walaupun belum sepenuhnya pulih… JAdi jangan mentrigger lagi anxiety-nya terhadap RS. Yakin dech bu…. Anak2 paling baik dirawat sama Ibu….

Jadilah saya perawat mereka selama hmpir 2 minggu ini… ahhh, yang berat adalah ketika anak2 belum pulih benar… papanya ikut2an pula sakit… duh, rontok dech punggung saya…. untung papanya anak2 gak sampai kena thypus juga… hanya ISPA aja.Sekarang udah sembuh semua… jadi udah bisa share cerita ini pada teman2…. Memang yang terbaik untuk anak2 yang sakit adalah HOME… karena ENERGY yang kita salurkan berupa KEHANGATAN dan CINTA, merupakan OBAT yang PALING MUJARAB buat segala macam penyakit dimuka bumi ini….

Oke, semoga gak ada yang komplain dengan email saya yang panjangnya naujubillah ini, hehehe…. senang rasanya akhirnya anak2 bisa tertawa ceria kembali.

Buat yang lagi sakit, semoga cepat sembuh, buat yang lagi happy, semoga happynya tertular ke siapa aja yang ada disekeliling anda, (termasuk nularin ke saya, hehehe) buat yang lagi kecewa atau sakit hati… just remember… there is someone UP THERE… yang selalu memperhatikan kita dari kejauhan… dan akan selalu menyediakan apa yang kita butuhkan…. DIA hanya butuh kita datang… dan meminta…. So… Just ASK.

Salam Cinta,

Mieke R
(mamanya 3 malaikat kecil yang membuat hidup saya merasa paling berharga dan dibutuhkan didunia ini…. ;-D)

——————————

God give us 2 Ears to Hear More, 2 Eyes to See More
‘n 2 hands to Help More people.

Blog at WordPress.com.